Model Atap Rumah Paling Laku Di Indonesia



Sampai saat ini di Indonesia banyak kita temui model - model atap yang sudah sangat familiar. Ada yang menyebut atap limasan dan ada pula yang menyebut atap pelana. Namun khususnya di Pulau Jawa masih ada 1 jenis atap lagi yang digandrungi dari jaman dulu, hingga menjadi karya peradaban yang perlu dirawat dengan baik karena mengandung nilai budaya dan sejarah yang besar.

Model atap Joglo, atap ini menjadi simbol beragam strata ekonomi masyarakat Jawa. Kini keberadannya semakin sulit ditemui, karena material kayu yang sudah semakin langka. Untuk lebih jelasnya, yuk kita kupas lebih detail lagi keduanya.

Atap Pelana

Buat kalian yang belum demikian memahami tentang apakah itu Atap Pelana, Atap type adalah type atap yang simpel, yaitu cuma mempunyai dua bagian miring sedang bagian yang lain berbentuk dinding segitiga jadi penopangnya.

Kedua bagian miring pelana mempunyai tingkat kemiringan 35 deragat hingga bisa menciptkan ruang dalam plafon. Atap type Pelana adalah satu diantara type atap yang cukup popular, pasalnya tidak hanya desainnya yang sederhana, atap ini pun tidak mengonsumsi banyaknya waktu dalam pemasangannya.

Ulasan Terkait : Harga Baja Ringan

Kita dapat dengan gampang temukan type atap pelana pada rumah-rumah pada komplek perumahan, pemakaian atap type ini diambil sebab dapat percantik penampilan rumah dengan nuansa kekinian. Tidak hanya tawarkan beberapa keuinggulan yang sudah kalian baca di atas, pemakaian Atap pelana mempunyai beberapa kekurangan.

Nah, kesempatan ini kami akan bicara tentang kelebihan dan kekurangan dari pemakaian Atap Pelana, serta tersebut kami sudah meringkas infonya yang dapat kalian baca berikut ini.

Kelebihan Atap Pelana

Penggunaan atap pelana memiliki berbagai kelebihan. Kelebihan - kelebihan tersebut dapat dirasakan pada saat tahap pembuatan, hingga tahap pemakaian oleh pemilik rumah. Lebih jelasnya, simak penjelasan berikut.

Proses Pemasangan yang Gampang serta Cepat

Kelebihan pertama dalam pemakaian atap ini ialah proses pemasangannya yang relatif cepat dan mudah, dengan begitu tentu saja kita bisa menyingkat waktu dan tenaga. Tetapi dalam lakukan pemasangan atap yang satu ini kita butuh memerhatikan banyak hal, seperti tingkat kemiringan. 

Biasanya tingkat kemiringan atap type pelana ada pada rata-rata 30 – 40 derajat, sebab jika begitu landai akan menyebabkan air hujan tidak bisa mengalir hingga tidak tutup peluang atap rumah akan alami kebocoran, sebaliknya jika tingkat kemiringannya begitu terjal akan menyebabkan genteng yang terpasang diatasnya lepas.

Ulasan Terkait : Model Atap Rumah Minimalis

Bukan itu saja, kita memberikan tambahan accesoris di bagian dinding segitiga untuk percantik penampilan rumah kita.

Tidak Memerlukan banyak Bahan

Seterusnya, mengingat konstruksi rangka atap type pelana yang benar-benar simpel dibandingkan type atap yang lain, tentu saja kita cuma membutuhkan bahan seperlunya dalam pemasangan atap. Selanjutnya untuk ganti kuda kuda kayu atau penyangga atap kalian dapat memakai Gawel yang dapat kalian temukan di beberapa toko material di Wilayah kalian.

Tidak Gampang Bocor

Kelebihan pemakaian atap pelana yang lain ialah tidak gampang bocor, pasalnya dengan tingkat kemiringan yang cocok air hujan kan mengalir dengan sendirinya, dengan begitu kenyamanan kalian bersama dengan keluarga di rumah akan terbangun.

Daya Serap Pada Panas yang Baik

Diluar itu, kita tentu mengidamkan atap rumah yang dapat menyerap panas matahari yang baik hingga saat kita ada di ruang akan berasa sejuk, nah pemakaian atap pelana dapat jadi pilihan yang pas, pasalnya tidak hanya tidak gampang bocor atap type ini mempunyai daya serap pada panas matahari yang baik.

Aplikasi yang Fleksibel

Selanjutnya atap ini pas diaplikasikan di bergagai type rumah, dalam makna lain atap type ini masih pas walau diaplikasikan pada rumah dengan design minimalis, tradisionil, kekinian, bahkan juga elegan sekalinya, ini tentu saja sebab karakter aplikasinya yang fleksibel, serta ide bentuk rangka atap yang sederhana hingga gampang sesuaikan design rumah.

Kekurangan Atap Pelana

Sebetulnya tidak ada kekurangan yang relevan dari pemakaian atap yang satu ini, akan tetapi perlindungan atap type pelana yang tidak lengkap pada ke empat bagian bangunan jadikan kita harus memberikan tambahan kanopi atau sejenisnya jadi penutup atau atap penambahan membuat perlindungan kita saat ada di dekat pada bagian jendela yang tidak terproteksi, umumnya ini berlangsung pada rumah berlantai dua atau lebih.

Atap Joglo

Berlainan dengan atap pelana, atap joglo dalam membuatnya untuk sekarang ini memang susah dikerjakan bila harus penuhi semua filosofi membuatnya. Karena itu bila memang tidak dapat ikuti tiap material yang diharuskan, filosofi tradisi yang perlu dibarengi dan lain-lain.


Kita masih dapat mengambil rangka atap joglo, walau bangunan nanti tidak bisa disebutkan bangunan atap joglo. Tersebut filosofi tradisi jawa yang perlu di turuti untuk bikin rumah beratap joglo.

Ulasan Terkait : Talang Air Rumah Minimalis

Ada tiga sisi dalam formasi rumah joglo. Pertama ialah ruangan pertemuan yang disebutkan pendapa. Kedua ialah ruangan tengah yang disebutkan pringgitan serta ke-3 ialah ruangan belakang (dalam) yang berperan jadi ruangan keluarga.

Pendapa Rumah Joglo

Pendapa ini terdapat di muka. Dibuatnya tanpa ada dinding, sebab terkait dengan ciri-ciri orang Jawa yang ramah serta terbuka. Ruang terima tamu ini umumnya tidak dikasih meja atau bangku, cuma tikar yang diadakan supaya di antara tamu serta tuan-rumah bisa bicara dalam kesetaraan.

Pringgitan Rumah Joglo

Sisi pringgitan ialah tempat dimana pemilik rumah melambangkan diri jadi bayang-bayang Dewi Sri. Dewi padi ini dipandang seperti sumber semua kehidupan, kesuburan serta kebahagiaan. Terdapat di antara pendapa serta dalam, pringgitan dipakai untuk tempat mengadakan atraksi wayang yang terkait dengan upacara ruwatan tradisi.

Dalam atau Ruangan Penting Rumah Joglo

Dalam ialah sisi yang dipakai jadi rumah keluarga. Di dalamnya ada banyak kamar yang disebutkan senthong. Dahulu kala, senthong cuma dibikin beberapa tiga bilik saja. Kamar pertama ditujukan untuk beberapa lelaki, kamar Kedua dikosongkan serta kamar ke-3 digunakan oleh beberapa wanita. 

Kamar Kedua yang kosong ini masih diisi dengan tempat tidur komplet dengan semua perlengkapannya. Disebutkan krobongan, ruang kosong ini digunakan untuk menaruh pusaka serta jadi ruangan pemujaan pada Dewi Sri. Berikut sisi rumah yang dipandang paling suci.
My photo
Herman Bardon
Saya seorang tukang bangunan yang berasal dari salah satu sudut kota Malang. Agar eksis saya membuat blog https://tukang.co